Rizal Fadillah Siptriandy
Thursday, 19 February 2015
Merapikan -- Oman (56), salah satu pengrajin rak buku di jalan Jatinangor, Kab.Sumedan terlihat sedang merapikan salah satu hasil kerajinannya, Senin (16/15). Dalam sehari Oman bisa membuat 1-4 buah rak buku untuk selanjutnya ia jual.
BANDUNG -- Berbagai olahan kayu dapat dibuat menjadi suatu barang-barang furniture dengan berbagai fungsi dan gaya yang eksklusif. Furniture dari bahan kayu dapat dibuat menjadi beberapa barang sederhana seperti meja, kursi, hiasan dan juga rak buku.
Hal tersebut dikatakan Yeni (34) Pemilik tempat produksi properti di daerah Cibesi. Sampai saat ini hasil dari produksinya sudah mulai merambah industri furniture mancanegara. Persaingan di bisnis furniture memang sangat ketat maka dari itu dirinya berusaha untuk terus membangun usahanya melalui peningkatan kualitas. Bahan baku yang berasal dari kayu Albasiyah telah menjadi andalan dari tempat produksinya.
“Pada awalnya saya mengikuti jejak suami yang merintis usaha produksi rak buku dan meja belajar. Setelah jalan hampir dua tahun, produksi properti ini menguntungkan sehingga saya bersama suami terus mengembangkan usaha ini, dan Alhamdulillah sampai sekarang usaha properti ini tetap berlangsung,” ujar Yeni kepada (16/15).
Dari segala proses yang dilakukan pengeringan merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan. Karena selama masa pengerjaan kayu yang diukir harus kuat dan kering agar kualitas ukiran menjadi lebih baik.
“Semua kayu sebelum masuk tahap pemprosesan harus dikeringkan terlebih dahulu. Agar mudah dibentuk dan hasil ukiran menjadi lebih bagus,” paparnya.
Omzet dari tempat produksinya ini bisa mencapai lima juta rupiah, untuk saat ini tahap pemprosesan hanya dilakukan oleh lima orang. Namun hal tersebut bukanlah halangan baginya untuk bersaing di bisnis furniture mancanegara.
ADS HERE !!!