Rizal Fadillah Siptriandy
Thursday, 19 February 2015
BANDOENG – Asean Community komunitas Negara-negara yang bergabung di The Association of Southeast Asia Nation (ASEAN), yang bekerja sama di beberapa bidang seperti ekonomi, sosial budaya, dan politik keamanan. Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah salah satu keputusan Bali Corcord II yang dilakukan pada tahun 2003 yang menyepakati pada tahun 2015 Asia tenggara akan menjadi singke market dan basis produksi.
Artinya sebelum 2015 semua rintangan perdagangan akan diliberalisasikan, semua arus perdagangan pada 2015 akan dibebaskan dari bea tarif (Free Trade Area). Namun permasalahannya apakah Indonesia sudah siap menghadapi persaingan bebas dengan Negara-negara Asean lainnya yang akan dengan bebas berdagang atau bekerja di Negara Indonesia. Namun ketika dilihat dari beberapa sektor Indonesia siap dalam menghadapi MEA ini.
Seperti yang diungkapkan Wakil Rektor III UIN SGD Bandung, Ali Ramdhani bahwa Indonesia siap bersaing dengan Negara-negara ASEAN lainnya karena menurutnya masyarakat Indonesia merupakan orang yang rajin dan dapat bekerja keras.
“Ini merupakan pacuan bagi Negara Indonesia supaya lebih maju, melihat dari world economy forum, bahwa Indonesia menduduki peringkat 38. Dan ketika kita cerita tentang sektor keunggulan dibanding Negara lainya yaitu market sett. Namun ketika kita membicarakan sektor Hair Education Traning maka dari itu kita harus menaikan daya saing bangsa karena MEA terkait kuat dengan daya saing antar Negara Asean karena sekarang kita dibawa Negara Singapur, Brunei dan Malaysia,” ujarnya saat ditemui BandoengNews diruangnya, Rabu (11/02/2015).
Persaingan bebas secara global ini bisa menjadi boomerang bagi Negara Indonesia karena dibalik kesiapan dari Negara Indonesia tidak menutup kemungkinan kelak Negara Indonesia akan dikuasai beberapa orang dari Negara lain.
Namun pernyataan Ali Ramdhani ini berbeda terbalik dengan Penyataan Reinady, Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik UIN SGD Bandung, bahwa Negara Indonesia belum siap menyaingi Negara-negara ASEAN lainnya.
“Bisa dibilang masyarakat Indonesia belum kuat mental dalam menghadapi persaingan bebas ini, bisa dilihat dari segi pendidikan Negara Indonesia masih dibawah negara seperti singapur atau Malaysia. Dalam segi kerja kreatif Negara Indonesia tingkat kreatifitasannya terendah kedua, selain itu mental masyarakat Indonesia kurang baik karena mental masyarakat sendiri bisa menentukan keberhasilan suatu negara,” pungkasnya.
ADS HERE !!!