Media sosial
saat ini sudah sangat pesat kemajuannya, mulai dari sekedar berkomunikasi antar
individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok dan kelompok-individu. Media
sosial sediri menjadi wadah untuk berkomuniasi pada era sekarang, bahkan
menjadi alat komunikasi inti bagi sebagian orang yang sangat maniak akan dunia
maya.
Bahkan mereka
tidak terlihat aktif berkomunikasi di dunia nyatanya, namun ketika mereka
menggunakan media sosial mereka sangat aktif berkomunikasi dengan orang lain.
Seiring
dengan berjalannya waktu, dimana aplikasinya yang terus bertambah, dan faktor
penggunanya yang semakin banyak, sehingga dilirik oleh mereka para penjahat
dunia maya, untuk melakukan penyalahgunaan media-media sosial guna
menjatuhkan rival bisnis, atau juga lawan politiknya.
Tidak
terhitung jumlah para pejabat dunia atau publik figur yang menggunakan media
sosial untuk kepentingan pribadi atau kelompok atau bahkan urusan negara,
termasuk Indonesia sendiri. Dari unsur tertinggi di tanah air, yakni presiden
kita juga menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan rakyatnya, tentu
diikuti oleh para bawahannya dan tentu banyak
staf mereka yang mengikuti jejak tersebut.
Fungsi media
sosial sendiri sekarang sangat fleksibel bisa digunakan untuk hal positif
ataupun hal negative tergantung orang yang memakainya. Maka dari itu sekarang
sedang gencar-gencarnya melakukan pergerakan menggunakan internet dan media
sosial secara pintar.
Karena media
sosial merupakan aplikasi yang sangat berguna bagi sebagian orang namun tidak
sedikit oknum yang menggunakannya untuk hal-hal negative.Orang bisa menggunakan
media sosial sebagai alat komunikasi, forum berbagi ilmu, berdakhwah bahkan
untuk keeksitensian seseorang, namun pada saat ini media sosial sering
digunakan untuk alat kejahatan, alat judi bahkan alat untuk prostitusi.
Hal ini
sangat memiriskan karena kecanggihan teknologi bagi sebagian orang digunakan
untuk berbuat hal-hal yang tidak baik namun hal itu akan bisa di minimalisir
ketika ada pengawasan yang sangat ketat bagi oknum-oknum tersebut.
Daftar
Pustaka :
b b. Nurudin. 2009. Jurnalisme Masa Kini. Jakarta: Raja Grafindo Persada