BANDUNG--Komunitas A.W.A.K atau lebih dikenal dengan komunitas tubuh menggelar aksi teatrika di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu (29/03).Dalam acaranya ini komunitas tubuh mengajak anggota kamisan untuk ikut berpartisipasi dalam menyuarakan pesan perdamaian dunia melalui kebudayan dan seni.
Perayaan tubuh ini merupakan sebuah pergerakan kebudayaan uang hadir diruang publik yang diinisiasi oleh beberapa kreator muda kota Bandung dari latar belakang ilmu disiplin yang beragam, seperti yang dikatakan salah satu panitia dalam acara ini, Gatot, ia bersama anggota yang lainnya melakukan aksi teatrikal diruang publik sebagai bentuk dukungan komunitas tubuh dalam bentuk penolakan terhadap kekerasan yang terjadi didunia ini dalam bentuk apapun.
"Kami disini melakukan aksi damai dengan media seni, aksi ini sebagai bentuk penolakan kami terhadap sikap diam terhadap kekerasan yang sering terjadi didunia ini. Maka dari itu melalui perayaan tubuh ini kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung aksi anti-kekerasan yang menimpa banyak orang baik berupa fisik atau bullying yang sering terjadi belakangan ini,"ujarnya minggu (29/03).
Dalam aksi perayaan tubuh ini juga sebagai peringatan 10 hari penting Nasional dan Internasional, seperti Hari Perempuan Sedunia, Hari Air Sedunia, Hari Hutan Sedunia, Hari Pantomime Sedunia, Hari Teater Sedunia, Hari Kebahagiaan Sedunia, Hari Musik, Hari Film, Hari Downsyndrome, Hari Bandung Lautan Api.
Selain itu Gatot menambahkan bahwa aksi ini tidak sekedar ceremony dan ia bersama teman-temannya bersama-sama menuangkan gagasan serta merdeka dalam mengeskplorasi tubuh karena tubuh sendiri memiliki hak untuk bebas beraksi didepan public,”Perayaan Tubuh ini tidak sekedar ceremony saja namun banyak makna didalamnya seperti contoh untuk mengingatkan kita akan makna persaudaraan dan kesatuan,”tambahnya.
Acara ini cukup menarik perhatian masyarakat yang mengunjungi Car Free Day Dago, sehingga banyak masyarakat yang menonton aksi perayaan tubuh ini, seperti yang diungkapkan salah satu pengunjung, Diki. Ia bersama teman-temannya datang ke CFD untuk berolahraga namun ia dan temannya penasaran dengan aksi yang dilakukan tepatnya di lampu merah Ganesha ini sehingga ikut menyaksikan aksi yang didukung Kelompok Anak Rakyat (Lokra) Bandung tersebut.
"Ini sebuah aksi yang sangat menarik sehingga kami harus berdesak-desakan untuk menyaksikannya, tadi saya melihat mereka melakukan pantomim dan aksi teatrikal dengan beberapa pesan yang mereka sampaikan melalui tulisan dengan pesan pedamaian dikertas-kertas yang mereka pegang,"ungkapnya. (Rizal Fadillah S)